Part 4 - Inisialisasi dan Kloning Repository (git init & git clone)
1. Membuat Repository Baru dengan git init
git init digunakan ketika kamu membuat project dari nol dan ingin mengaktifkan Git di folder tersebut.
Perintah ini membuat folder .git yang menyimpan seluruh histori dan konfigurasi Git.
Contoh:
mkdir project-web
cd project-web
git init
Setelah itu, repository lokal sudah siap digunakan.
2. Mengecek Status Repository
Setelah inisialisasi, gunakan:
git status
Untuk melihat apakah ada file baru, file berubah, atau file yang belum masuk staging.
3. Meng-clone Repository yang Sudah Ada
git clone digunakan untuk mengambil project yang sudah ada di server seperti GitHub atau GitLab.
Perintah ini akan membuat folder baru yang berisi semua file dan seluruh riwayat commit.
Contoh clone dari GitHub:
git clone https://github.com/username/nama-project.git
Git akan membuat folder nama-project secara otomatis.
4. Clone ke Folder dengan Nama Tertentu
Kamu bisa menentukan sendiri nama folder hasil clone:
git clone https://github.com/username/nama-project.git my-app
5. Perbedaan git init dan git clone
- git init → membuat repository baru dari nol.
- git clone → mengambil repository yang sudah ada dari remote.
- git init dipakai untuk project lokal, sedangkan git clone untuk project kolaborasi.
6. Menghubungkan Repository Lokal dengan Remote
Jika kamu memulai project dengan git init, kamu bisa menambahkan remote manual:
git remote add origin https://github.com/username/nama-project.git
Cek remote yang terhubung:
git remote -v
7. Ringkasan
git inituntuk memulai repository baru.git cloneuntuk mengambil repository yang sudah ada.- Clone otomatis membuat folder project + histori commit.
git remote add origindigunakan untuk menghubungkan repository lokal dengan remote server.
Di Part 5 kita belajar fokus pada staging area dan penggunaan git add.

